Nyawa ke-sembilan

Untuk kalian yang turut dalam kelam,
ini buat kalian.

Dalam sepi gelita
Hati yang dalam derita
perlahan-lahan terjerumus dalam kegelapan
tiada lagi gemerlapan 

Hati yang dibiarkan mati tanpa ada simpati
Jasad yang separuh lumpuh tanpa tanda sembuh
Hanya mampu memerhati dgn mata hati
lubang sendiri, digali sendiri.

Jiwa kosong dari nawaitu
Namun sarat dengan kutu-kutu
Masih tercari-cari Yang Maha Satu
Namun dibiarkan menduga-duga yang mana satu

Siapa yang sudi mendengar kalian?
Cuba memahami tulisan kalian?

Mungkin puisi sakti dari bisikan hati,
satu-satunya nafas yang kalian punya.
Mungkin nukilan utk kali ke-sembilan,
nyawa terakhir yang kalian punya.

Untuk kalian yang turut dalam kelam,
Damai lah dalam lena yang diam
Mayat yang dibiar kesepian
Ini buat kalian


Sound track Di Kampus Induk Itu

During my degree study, my friends try to make a song from my poem 'Di Kampus Induk Itu'. The song was not really recorded properly but somehow I feel like to share it. So, let watch this :)
Full Poem: Di Kampus Induk Itu.

Di Kampus Induk Itu - Pra 
[Video on youtube : click]




Di Kampus Induk Itu - Pasca
[Video on youtube : click]



This poem was written about my best friend in university that I met in the hall during the early days of my degree study. Thank you for being my friend and helping me. ^__^
I will write more about it later.

Thank you for listening~ :)